Untuk merawat Kekep Babi, tidak lah terlalu rumit, tapi susah cari artikel-artikel tips merawat kekep babi di mbah google.
berikut saya share beberapa tips dari teman-teman Beauty Of Swallow Bird yg ditulis oleh teman-teman BOSB Sidoarjo (Robby Sandria). kalau teman-teman lihat referensi nya kok swallow kenapa gak kekep. krn tips ini sudah banyak yang buktikan berhasil juga buat kekep.
1. Makanan
Makanan adalah faktor yang utama dalam pemeliharaan binatang, khususnya swallow. Makanan yang
mengandung protein dan nutrisi tinggi bisa di depat dari serangga yang sehat. Dalam hal ini ada 3 jenis makanan yakni,
Uler Kandang, Uler Hongkong dan Jangkrik. Dalam perawatanya asupan nutrisi untuk pakan juga perlu dikasih
pemilihan makanan yang sehat. Berilah pakan pada uler kandang, uler hongkong dan jangkrik berupa sayuran atau
dedaunan yang sehat berupa sayur bayam, daun singkong ataupun daun pepaya agar uler dan jangkriknya menjadi
sehat. Disisi lain kroto juga diberikan secara rutin tetapi tidak untuk dijadikan konsumsi utama. Selain itu banyak burung
yang juga dilatih voer, tidak mudah tentunya mengajari burung yang awalnya memakann serangga untuk dibiasakan
voer. Cara yang saya lakukan adalah mencampur antara voer sebanyak 40%, Uler kandang 30% dan Kroto 30%. Atau
rekan rekan bisa mencampur dengan menu kesukaan partner kalian masing-masing. Waktu pemberian pakan pada
swallow dewasa bisa dilakukan pada pagi (setelah latihan) siang dan sore (setelah latihan)
Pada swallow lolohan, pakan yang digunakan adalah voer, kroto,uler kandang dan air. Diaduk sampai lembek
agar mudah dicerna oleh anakan swallow tersebut. Jadwal makan untuk anakan swallow biasanya sangat cepat, bisa
1jam sekali ataupun sehari 3 kali, intinya lebih intens durasi memberi makannya akan lebih baik.
yang perlu diperhatikan dalam pemberian makan
yang perlu diperhatikan dalam pemberian makan
- jangan terlalu banyak memberikan ulet hongkong atau jangkrik, karena selain yang berlebihan itu tidak baik, ada juga pengalaman dari Adi Rimbun Kusuma Negara yang saya kutip dari FB group Beauty Of Swallow Birds. Saat uler hongkong terancam,(saat kita pegang mereka merasa terancam), si uler hongkong mengeluarkan semacam cairan asam dari mulutnya yg bisa membuat iritasi perut dan bagian pencernaan burung. Indikasi biasanya mulai terlihat di kotoran yg terlalu cair dan banyak berwarna putih. Tipsnya supaya tetap aman ternyata sebelum memberikan pakan uler hongkong tadi, harus dipotong dulu bagian kepalanya. Supaya cairan td gk ikut kemakan burungnya.
2. Perawatan
Perawatan pada swallow tidak jauh berbeda dengan burung kicau lainya. Sehari hari cukup dikasih makan,
dijemur rutin (jam yang baik antara jam 07.00-09.00). kasih minum di dalam sangkar dan juga dimandikan setiap 3 hari
sekali atau lebih (tergantung keinginan rekan-rekan). Untuk pemilihan kandang, berilah tangkringan yang dekat dengan
jeruji sangkar agar si swallow tidak nabrak yang bisa mengakibatkan bulu sayap atau ekornya akan rusak. Berilah
pangkringan senyaman dan posisikan sebaik mungkin agar si swallow tidak nabrak dan bergelantungan di sangkar.
Sangkar bisa menggunakan sangkar untuk burung ocehan yang bervariasi ukuranya.
Pada swallow lolohan, taruh swallow bersamaan dengan sarang yang maih ada atau taruh beralaskan serbuk
kayu. Pada dasarnya setiap burung swallow diberi makan secara otomatis akan langsung mengeluarkan kotoran, jangn
lupa untuk mengambil agar selalu bersih dan steril dari bakteri. Ketika bulu jarum sudah keluar dan mekar jemur
swallow diluar untuk memberikan udara segar dan menerima panas matahari pagi membantu proses pemecahan
rebung pada burung.
3. Pelatihan
Setelah menginjak 3 minggu pertama sejak kelahiran (masih merem) swallow mulai nakal dan akan belajar
untuk terbang pada kita, hal ini dikarenakan kita dikira sebagai indukanya yang memberikan makan disaat lapar, ada 2
metode pelatihan yang saya lakukan, pertama saya sebut procedural training procces dan kedua adalah direct training
procces.
Procedural Training Proses.
Latihan ini berlandaskan mengajari basic terbang seekor burung karena belum pernah terbang sebelumnya.
Tahap pertama adalah, taruh burung diatas kurungan atau tangkringan, ambil makanan yang bisa terlihat oleh burung
baik jangkrik maupun uler kandang, jepit makanan diantara sela jari dan arahkan di depan burung dengan jarak 20cm
kemudian panggil dengan peluit atau siulan... apabila berhasil mendarat dengan baik jauhkan posisi sejauh yang rekanrekan
inginkan. Jika tahapan ini selesai dan respon bagus, yang kedua adalah taruh burung di jari rekan-rekan kemudian
posisikan menghadap arah yang sama, lalu lempar kedepan dan biarkan dia kembali dengan dipanggil pluit, setelah
seluruh proses terlewati barulah masuk di tahap diluar ruangan langsung dengan alam. Ada beberapa hal untuk
melakukan pelatihan terbang bebas. Pertama pilih tempat yang jauh dari kabel, ranting pohon dan keramaian, kedua
pilih suasana yang anginya biasa tidak kencang, ketiga mantapkan dan percaya pada partner bahwa akan sukses.
Setelah 3 hal itu terpenehi kemungkinan free fly pertama akan berhasil dan bisa dilanjutkan ke proses berikutnya
(hunting, air attack, luring dan fighting). Setiap burung hinggap langsung berikan makanan yang rekan rekan sediakan
dan semakin tinggi dan semakin lama durasi terbangnya.
Direct Training Procces.
Latihan ini langsung membawa burung swallow ke lokasi, dalam hal ini faktor paling penting dalam latihan ini
adalah lokasi jauh dari kabel, angin yang tenang dan suasana yang tidak ramai. Proses pertama yang perlu kita
perhatikan adalah pastikan burung yang kita latih adalah berusia lebih dari 3 minggu (belajar terbang) kemudian taruh
burung di jari dengan posisi mengahdap kearah yang sama, kemudian lempar ke atas dan panggil dengan peluit atau
namanya lalu ketika burung terbang berbalik jauhi(lari/jalan cepat) secara perlahan untuk memberikan jarak. Lakukan
cara ini setiap hari agar respon dan kekuatan sayap semakin mantap. Cara ini menurut pengalaman saya adalah cara
yang paling cepat dan tingkat keberhasilan sangat tinggi apabila kita memnuhi 3 syarat yakni, jauh dari kabel/ranting
pohon, jauh dari keramaian dan angin yang kondusif.
